Postingan

Hanura Buol Bahas Tiga Agenda Penting

Empat persoalan yang mengemuka saat acara silaturahmi DPC Partai Hanura Kabupaten Buol bersama DPD Hanura Provinsi Sulteng yang berlangsung di hotel Sri Utami kelurahan Kulango, Jumat lalu. "Ada tiga agenda yang menjadi topik pada kegiatan silaturahmi dengan Ketua DPD Hanura yang baru pak Hardianto Rasyid," sebut Ketua DPC partai Hanura Buol Marwan Dahlan, kepada Metrosulawesi, Sabtu (31/1). Kata dia, ketiga persoalan yang menjadi topik hangat dalam acara silaturahmi tersebut adalah soal merosotnya perolehan kursi partai Hanura Buol pada Pileg tahun 2014 silam. Kemudian soal struktur dan ketiga penguatan kelembagaan organisasi serta persiapan menghadapi Pilkada dan Pemilu mendatang. Kata Marwan, adapun persoalan yang menjadi agenda silaturahmi bertujuan untuk mengetahui dimana kekeliruan ataupun kekurangan partai sehingga berdampak terhadap perolehan kursi. "Agenda pertama soal merosotnya prosentase perolehan kursi pada Pileg 2014 silam dijadikan p...

Petani Buol Resah, 3000 Ha Lahan Di Alih Fungi Jadi Lahan Sawit

Buol - Ada 3000 hektar lahan pertanian, di Kabupaten Buol, terancam alih fungsi, tanaman pertanian pangan menjadi perkebunan kelapa sawit. Lahan tersebar di Kecamatan Bukal, 350 hektar areal, di antaranya sawah produktif 200 hektar,dan yang tidak produktif 150 hektar. Menurut Sugiman, baru-baru ini di Buol, petani asal Desa Moyong, Kecamatan Bukal, mengatakan, penurunan penghasilan sangat terasa oleh petani. “Selama 7 tahun, petani mengalami penurunan hasil produksi padi,” kata Sugiman. Ditambahnya, itu disebabkan karena tidak adanya irigasi pengairan, dan selama ini hanya mengandalkan air hujan. Pemerintah dinilai hanya umbar janji, konon siap membangun irigasi untuk meningkatkan hasil pertanian. “Di tahun 2014 produktivitas pertanian secara umum Kabupaten Buol mengalami penurunan, seperti produksi beras di tahun 2013 mengalami swasembada beras sebesar 2000 ton pertahun. Pada 2014 mengalami devisit beras 5000 ton per tahun,” tutur Kepala Badan Ketahanan Pangan Kab...

Rp 76 Milyar Paket Peleberan Jalan di Buol

BUOL - Pemerintah pusat tahun ini kembali mengalokasikan anggaran APBN untuk peket pekerjaan pelebaran jalan trans Sulawesi, dari Desa Lakuan sampai Desa Umu Paleleh, dengan nilai anggaran kurang lebih Rp 76 milyar. Pelaksanaan kegiatan itu tersebar di beberapa titik, yakni sepanjang jalan trans Sulawesi di Kecamatan Bunobogu,dan Kecamatan Biau. ”Kalau paket pekerjaan jalan sekarang dalam tahap lelang di Palu, yang diperkirakan awal bulan Maret sudah mulai action, ”ungkap Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) preservasi dan peningkatan jalan Umu – Buol provinsi Sulawesi Tengah, Ir Muhammad Bachri MT, Senin (26/1). Bachri menjelaskan, paket pekerjaan jalan yang akan dilaksanakan yakni dari Lakuan-Buol km 600+800 sampai dengan 607+300, dan ruas jalan Buol-Bodi km 631+100 sampai dengan km 641+100. Kedua segmen tersebut masuk dalam satu paket kontrak, dengan nama paket pelebaran jalan Buol-Bodi- Lakuan, dengan panjang 16,65 km, Ia juga menjelaskan, paket ini tersebar di beberapa...

16 Desa di Buol Belum Nikmati Listrik

Sedikitnya 16 desa di yang berada di empat kecamatan di Kabupaten Buol hingga kini belum teraliri listrik. Kepala Bidang Kelistrikan Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben) Buol, Fresah ditemui di ruang kerjanya, Jumat (30/1) mengungkapkan, 16 desa yang belum mendapat fasilitas kelistrikan tersebut mayoritas berada di Kecamatan Momunu, Kecamatan Tiloan dan kecamatan Bokat serta kecamatan Paleleh. Secara rinci Fresah, menjelaskan 16 desa tersebut yakni, desa Soraya dan desa Trans di Kecamatan Momunu, kemudian desa Lomuli kecamatan Tiloan. Berikut, Kecamatan Bokat, Desa Bokat Empat, Desa Tikopo, Desa Langudon dengan Desa Duamayo. Sementara, di Kecamatan Paleleh, Fresah memperkirakan wilayah itu belum menikmati penerangan fasilitas listrik. "Untuk kecamatan Paleleh kayaknya belum ada pengembangan jaringan disana itu masih banyak, mulai dari Desa Bodi, Timbulon, Oyak, Langudon Duamayo sampai Umu dan Molangato karena jaringan itu baru sampai di Timbulon. Kira-kira ad...

Polres Buol Berhasil Kerangkeng Pelaku Curanmor Dan Narkoba

Buol - Keseriusan Kepolisian Resort Buol yang di komandani AKBP. Setiadi Sulaksono, S.IK,MH untuk menegakkan supremasi hukum bukanlah isapan jempol. Dalam dua pekan terakhir, Polres Buol berhasil mengkerangkeng pelaku-pelaku curanmor dan narokoba. Data Polres Buol menyebutkan, baru-baru ini, dua tersangka kasus Curanmor ( Pencurian Kendaraan Motor) berinisial RR (19) dan YRT (19) sekaligus pelaku tindak pidana narkoba berinisial DC (24) ditangkap di Kecamatan Lakea dengan barang bukti dua paket sabu-sabu. Menurut Kapolres Buol lewat Kasat Reskrim AKP. Awaluddin Rahman, SH.MH kepada sejumlah wartawan mengatakan bahwa pelaku tindak pidana pencurian di tangkap ditempat yang berbeda dengan hasil curian yang sama yakni satu unit motor jenis honda beat dan satu jenis yamaha mio. “ Pelaku mencuri kendaraan motor pada saat di parkir dihalaman rumah korban Ibu Norma di kelurahan kampung bugis, setelah dilakukan penyelidikan sat reskrim polres buol maka pelaku diamankan di po...

Tagana Hentikan Pencarian Nelayan Hilang

Buol - Pencarian satu nelayan Desa Tamit, kabupaten Buol yang masih hilang di wilayah laut kecamatan Bunobogu, sejak Desember 2014 lalu, telah dihentikan. Kasi Bantuan Korban dan Bencana Sosial Dinsos Buol, Muhammad Rusman di kantornya Kamis (29/1) mengaku, penghentian pencarian oleh tim Tagana Dinsos Buol berdasarkan prosedur yang telah tetap setelah selama tiga hari pencarian tidak menemukan korban. Bahkan penambahan waktu selama satu minggu untuk pencarian korban juga telah dilakukan. Upaya maksimal, pencarian sudah dilakukan seperti melakukan penyisiran ke sejumlah titik rumpon- rumpon, hingga perbatasan Negara Filipina. Pencarian dengan mengarahkan kapal besar milik BNPB. Namun jenazah tidak ditemukan hasil, baik nelayan yang hilang maupun serpihan-serpihan perahu milik korban. "Pencarian itu dihentikan karena memang sudah waktunya yang kedua pemidahan posko ke Buol supaya lebih memudahkan karena peralatan pendukung adanya di Buol termasuk untuk pengarahan...

Apel Berbakteri Masih Dijual Bebas di Buol

Meski telah ada pelarangan peredaran apel jenis Gala dan Granny Smith karena disinyalir mengandung bakteri lesteria monocytogenes, peredaran apel impor asal Amerika Serikat (AS) ini masih terlihat bebas di jual oleh pedagang di Kabupaten Buol. Penelusuran Metrosulawesi, Jumat (30/1) di pasar Sentral Tradisional Buol, pedagang apel mengaku, meski sudah mengetahui adanya larangan mereka tetap masih memperdagangkan dua jenis apel tersebut. "Saya tahu dari pemberitaan di sejumlah media elektronik, tapi hanya dua jenis apel ini saja yang di larang, Apel Gala dan apel Granny Smith yang ini tidak," sebut Wati pedagang apel di pasar Buol sambil menunjukkan apel yang dimaksud. Diakui Wati, selain bertepatan musim panen buah lokal serta kondisi pembeli yang sepi kurun sebulan terakhir, salah satu penyebab menurunnya omset dagangannya juga dikarenakan adanya isu apel impor asal AS mengandung bakteri berbahaya beredar. "Tapi saya merasa lega karena semalam saya no...