Postingan

Asal-Usul Kerusuhan di Buol

Posted by Ndaru Nusantara pada 3 September 2010 Ribuan warga dari tiga kelurahan menyerang kantor Polsek Biau, Kota Buol, Selasa malam (31/8) sebagai buntut tewasnya seorang tahanan di Markas Polsek tersebut. Warga dari Kelurahan Leok, Kelurahan Buol dan Kelurahan Kulango itu datang membawa senjata tajam dan bebatuan usai shalat taraweh. Saat massa mencoba mendekati kantor polisi, aparat keamanan dari Polres Buol yang berjumlah satu kompi mencoba menghalangi. Karena massa sudah kadung emosi bentrokan pun tak dapat hindari. Informasi yang dikumpulkan di lapangan menyebutkan belasan warga tertembak peluru polisi.

32 Polisi Jadi Terperiksa Kerusuhan Buol

REPUBLIKA.CO.ID, LUWUK--Sebanyak 32 oknum anggota Polri ditetapkan sebagai terperiksa kasus kerusuhan berdarah di Kabupaten Buol, Sulawesi Tengah yang mengakibatkan delapan warga sipil tewas tertembak dan puluhan lainya luka-luka. "Jumlahnya sudah 32 orang yang jadi terperiksa dan saat ini masih diproses oleh tim Propam Polda Sulteng dan Mabes Polri," kata Pelaksana Harian Kepala Bidang Humas Polda Sulteng Kompol Kahar Muzakkir di Luwuk, Rabu.

Kontras: Buol, Polisi Harus Jujur Ungkap Penyebab Tewasnya Kasmir

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA--Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Tindak Kekerasan (Kontras), Haris Azhar, menegaskan bahwa polisi harus lebih jujur dalam mengungkap penyebab kematian Kasmir Timumun. Berdasarkan hasil investigasi Kontras, ungkapnya, Kasmir tewas akibat disiksa.

Ada Indikasi Pelanggaran HAM di Buol

REPUBLIKA.CO.ID, PALU--Gubernur Sulawesi Tengah HB Paliudju mengatakan ada indikasi pelanggaran hak asasi manusia (HAM) saat terjadi bentrokan di Kecamatan Biau, Kabupaten Buol pada 21 Agustus lalu. "Ada delapan korban tewas karena terkena peluru tajam, di situ ada indikasi pelanggaran HAM," kata Paliudju usai melantik pejabat eselon II dan III di Palu, Senin. Diamasih menunggu hasil investigasi dari tim khusus dari pusat mengenai bentrokdi Buol. "Kalau memang terjadi pelanggaran HAM maka selesaikanlah dengan mekanisme yang berlaku," katanya.

Kapolri Minta Kasus Buol Dipisahkan dengan Bunuh Diri Tahanan

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA--Kapolri Jendral Pol Bambang Hendarso Danuri mengingatkan bahwa kasus kerusuhan yang terjadi di Buol, Sulawesi Tengah, terpisah dengan kasus bunuh diri tahanan bernama Kasmir Salamun di ruang tahanan Polsek Biau. Menurut Kapolri, kasus tersebut sedang diselidiki oleh tim yang dipimpin Wakapolri Komjen Pol Yusuf Manggabarani. "Tolong masalahnya dipisahkan dua hal. Untuk kasus meninggalnya tahanan di Polsek Biau. Kedua, ada kasus pembakaran dan pengerusakan polres dan rumah dinas," ujar Kapolri usai Shalat Jumat di Masjid Al Ikhlas, Mabes Polri, Jumat (3/9).

Pemerintah Belum Putuskan Sanksi Kerusuhan Buol

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA--Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan Djoko Suyanto mengatakan, pemerintah belum menentukan sanksi bagi kepala daerah terkait kerusuhan yang terjadi di Buol, Sulawesi Tengah, beberapa waktu lalu. Djoko Suyanto ketika ditemui di komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat, mengatakan tim yang dipimpin oleh Wakil Kapolri Komjen Pol Jusuf Manggabarani sedang melakukan investigasi terhadap kerusuhan tersebut.

Pemerintah tak Anggap Enteng Bentrok Buol

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA--Menko Polhukam Djoko Suyanto menyatakan pemerintah tak menganggap enteng bentrok Buol, Sulawesi Tengah, dan mengimbau warga Buol untuk menyejukkan suasana menjelang Hari Raya Lebaran 1431 Hijriah. "Mudah-mudahan ini segera kembali normal karena ini mendekati lebaran sehingga aktivitas masyarakat harus kita jaga sebaik-baiknya," katanya sebelum sidang paripurna di Kantor Kepresidenan, Jakarta, Kamis.